Search

Blog Archive

Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan

29/03/11

Pengaruh Perilaku Individu Terhadap Kinerja Organisasi

Setiap hari kita selalu mendengar orang memperbincangkan organisasi atau membaca mengenai permasalahan organisasi. Tidak peduli apapun bentuk, sifat, macam dan tujuannya. Hal ini kita tidak perlu heran karena usia organisasi adalah sama dengan usia manusia itu sendiri. Banyak kebutuhan walaupun tidak semuanya dipenuhi melalui kegiatan orang lain, bahkan hanya dengan bekerja bersama-sama dengan orang-orang lain itulah aktivitas manusia dapat berlangsung secara lebih efisien, efektif dan bermakna. Semakin kompleks kehidupan manusia, akan semakin tinggi pula tuntutan akan kemampuan mengorganisasikan seluruh satuan-satuan kerja yang ada di dalamnya. Pengembangan peradaban dan juga keberhasilan program membangun, sebenarnya ditentukan oleh kemampuan untuk mengorganisasi sumberdaya itu, dengan kata lain organisasi diperlukan untuk memelihara dan mengembangkan perikehidupan manusia, kemudian muncul satu ilmu yang secara tersendiri memusatkan perhatian pada organisasi. Ilmu yang dimaksud adalah ilmu organisasi.
Organisasi dapat pula dipandang sebagai satu fenomena administrasi sehingga sering orang menyebutnya dengan “organisasi administrative”. Organisasi dapat kita temukan dalam setiap aspek kegiatan manusia, dan karena organisasi ini terdiri dari orang-orang yang berkumpul untuk mencapai satu tujuan. Karena orang-orang itu terdiri dari individu-individu maka tentunya memiliki karakter dan perilaku yang berbeda-beda. Dalam hal ini karena periaku setiap individu berbeda-beda yang mana perilaku seseorang  itu bisa saja berubah sesuai dengan tingkat kualitas SDMnya. 
Dan yang ingin kami bahas adalah masalah “Pengaruh Perilaku Individu Terhadap Kinerja Organisasi”. Adapun yang menjadi alasannya karena ingin mengetahui apa dan bagaimana seharusnya agar kinerja organisasi itu baik dan tujuannya tercapai sesuai harapan.Download Untuk Makalah Lengkap

13/03/11

KONSEP DAN MAKNA PEMBELAJARAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pembelajaran suatu proses kegiatan yang diatur dan ditata sedemikian rupa dengan didasarkan pada berbagai aspek baik menyangkut aspek konsep hakikat pembelajaran, maupun ketentuan-ketentuan yuridis formal yang mengatur pelaksanaan pendidikan pada umumnya dan pembelajaran secara lebih khusus. Pembelajaran ibarat suatu proses interaksi antara berbagai unsur  yang terlibat dalam aktivitas  pembelajaran, unsur-unsur yang terlibat dalam proses tersebut pada intinya adalah siswa dengan lingkungan pembelajaran.DOWNLOAD KELANJUTANNYA

FUNGSI TINDAKAN HUKUM DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN PEMERINTAHAN

FUNGSI TINDAKAN HUKUM DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN PEMERINTAHAN
BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah berbagai bidang kehidupan dan pemerintahan ke arah yang dicita-citakan. Akibat kemajuan tersebut, globalisasi telah melanda di berbagai penjuru dunia, yang membawa implikasi pada pemilihan dan praktek penyelenggaraan pemerintahan, yang pada akhirnya menimbulkan pergeseran pada sejumlah paradigma dalam penyelenggaraan pemerintahan.DOWNLOAD KELANJUTANNYA

02/03/11

Perkembangan Bank Syariah di Indonesia dalam Meningkatkan Sistem Ekonomi Kerakyatan”

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Perbankan, khususnya Bank umum merupakan inti sistem keuangan setiap negara. Bank memiliki usaha pokok berupa menghimpun dana dari pihak yang berlebihan dana untuk kemudian menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat yang kekurangan dana dalam jangka waktu tertentu. Fungsi untuk mencari dan selanjutnya menghimpun dana dalam dalam bentuk simpanan sangat menentukan pertumbuhan suatu bank, sebab volume dana yang berhasil dihimpun atau disimpan tentunya akan menentukan pula volume dana yang dapat dikembangkan oleh bank tersebut dalam bentuk penanaman dana yang menghasilkan.
Kehadiran dan fungsi perbankan di Indonesia baik untuk masyarakat, industri besar, menengah atau bawah mempunyai peranan dan pengaruh yang sangat signifikan. Hal ini terjadi karena kebutuhan akan bank baik untuk penguatan modal atau penyimpanan uang oleh masyarakat sudah menjadi hal yang biasa.
Dalam mengantisipasi kebutuhan masyarakat serta memberikan rasa aman, nyaman dalam transaksi perbankan, kehadiran Bank Syariah merupakan salah satu solusi untuk menambah kepercayaan terhadap kegiatan perbankan khususnya di Indonesia.
Bank Syariah merupakan salah satu produk perbankan yang berlandaskan sistem perekonomian Islam, Sistem Ekonomi Islam atau syariah sekarang ini sedang banyak diperbincangkan di Indonesia. Banyak kalangan masyarakat yang mendesak agar Pemerintah Indonesia segera mengimplementasikan sistem Ekonomi Islam dalam sistem Perekonomian Indonesia seiring dengan hancurnya sistem Ekonomi Kapitalisme. 
Berlandaskan uraian tersebut, maka penulis mengambil makalah    “Perkembangan Bank Syariah di Indonesia dalam Meningkatkan Sistem Ekonomi Kerakyatan” selengkapnya """DOWNLOAD DISINI"""

03/02/11

MAKALAH TENTANG ETOS KERJA


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Keberhasilan Jepang yang mampu mengimbangi dominasi dunia barat dalam aspek ekonomi dan teknologi, setidaknya membuka mata kita bahwa budaya lokal sutau bangsa dan ajaran agama dapat berpengaruh terhadap sistem manajemen dan etos kerja suatu bangsa. Jepang yang mulai bangkit dari reruntuhan perang tahun 1945 dalam waktu relatif  singkat walau dengan keterbatasan sumberdaya alam dan teknologi, mampu mengubah kiblat manajemen yang tadinya di barat sekarang beralih ke timur, keberhasilan Jepang adalah bukti keberhasilan manajemen masa kini dan yang akan datang.
Keberhasilan Jepang ini pun banyak diikuti oleh negara negara seperti Taiwan dan  Korea yang mengadopsi latar belakang budaya dan ajaran agama sebagai sebagai pijakan/fondasi dalam melaksanakan kegiatan ekonomi
Mempertahankan dan melestarikan etos kerja banyak mengalami hambatan dan tantangan. Hambatan dan tantangan yang dihadapi antara lain adalah:
1.      suka mengeluh, banyak menuntut, egois
2.      bekerja seenaknya, kepedulian kurang
3.      kerja seba tanggung, sering menunda, manipulatif
4.      malas, disiplin buruk, stamina kerja rendah
5.      pengabdian minim, sense of belonging tipis, gairah kerja kurang
6.      terjebak rutinitas, menolak perubahan, kurang kreatif
7.      bekerja asal-asalan, cepat merasa puas
8.      jiwa melayani rendah, merasa hebat, arogan
Walaupun banyak tantangan yang dihadapi, masih ada peluang untuk meningkatkan etos kerja.

B.     Batasan Masalah
Untuk membatasi pembahasan masalah dari makalah ini, maka penulis membati permasalahan sebagai berikut:
1.      Bagaimana mengembangankan etos kerja bagi para pegawai?
2.      Apa hubungan antara etos kerja dan motivasi pegawai dilingkungan kerja?

C.    Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui pengembangan etos kerja pegawai
Mengetahui hubungan etos kerja dan motivasi pegawai di lingkungan kerja
Selengkapnya .DOWNLOAD DISINI

28/05/10

Pendidikan Kreatif

Disadari atau tidak, bangsa kita selama ini cenderung menjadi bangsa pemakai atau konsumen belaka. Mulai dari produk yang dihasilkan dengan proses teknologi tinggi maupun teknologi sederhana, kita tinggal memakainya. Jangankan chip komputer dan bahasa pemrograman komputer atau aplikasinya, alat-alat listrik dan elektronik sederhana saja kita mengandalkan buatan bangsa lain. Bahkan beragam produk fashion, makanan, maupun minuman pun banyak yang berasal dari impor. Akibatnya pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 56 Tahun 2008 tentang pembatasan impor terhadap lima kategori produk, yang mulai berlaku pada 1 Februari 2009. Hal ini bertujuan untuk memberikan proteksi terhadap produsen dalam negeri sekaligus menyelamatkan perekonomian negara.